MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang merespons keluhan masyarakat tentang kerusakan jalan di kawasan tanjakan Kalipancur, Manyaran. Pasalnya, jalan ini menjadi jalur strategis yang menghubungkan wilayah Semarang bawah dengan wilayah Gunungpati. Apalagi pada jalur tersebut kerap dilintasi truk bermuatan berat.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Pemkot Semarang segera menyiapkan langkah percepatan penanganan kerusakan jalan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sembari mengoordinasikan penyelesaian persoalan secara menyeluruh bersama instansi-instansi terkait.
“Perbaikan fisik jalan yang rusak menjadi tanggung jawab DPU Kota Semarang dan tim teknis siap turun ke lapangan. Namun, agar persoalan ini benar-benar selesai, diperlukan sinergi dengan berbagai pihak karena menyangkut pengaturan lalu lintas hingga aktivitas angkutan tambang,” ujar Agustina, Selasa, 7 Juli 2026.
Agustina menegaskan bahwa perbaikan jalan tidak boleh hanya bersifat sementara. Pemkot Semarang menginginkan solusi yang berkelanjutan sehingga kerusakan jalan tidak terus berulang akibat kendaraan dengan muatan berlebih maupun aktivitas angkutan tambang yang belum tertata.
Karena itu, Pemkot Semarang mendorong penguatan koordinasi lintas sektor. Penindakan terhadap kendaraan yang melanggar ketentuan muatan membutuhkan dukungan dan koordinasi dengan Satlantas Polrestabes Semarang.
Tak hanya fokus pada penanganan di lapangan, Agustina juga menilai pengawasan terhadap aktivitas usaha galian di tingkat hulu menjadi bagian penting dalam mencegah kerusakan jalan. Mengingat kewenangan perizinan dan pengawasan operasional pertambangan berada pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Semarang akan terus membangun komunikasi dan koordinasi agar aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan tanpa merugikan masyarakat.


















