MATASEMARANG.COM – Bagi warga Kota Semarang, mal bukan sekadar tempat untuk menghabiskan uang. Di balik dinding-dinding betonnya, ada memori masa kecil saat diajak naik odong-odong, tempat kencan pertama di bioskop, hingga lokasi berburu baju Lebaran bersama keluarga.
Namun, roda berputar. Pergeseran tren belanja ke arah online serta gempuran konsep lifestyle mall modern membuat beberapa pusat perbelanjaan yang dulunya menjadi primadona, kini harus berjuang bertahan hidup.
Beberapa di antaranya bahkan tampak sunyi, lengang, dan tinggal menunggu waktu untuk benar-benar menjadi kenangan.
Berikut ini 5 mal di Semarang yang dulunya menjadi pusat keramaian, lengkap dengan keunikan masanya yang kini perlahan pudar.
1. Plaza Simpang Lima

Jika bicara soal pusat keramaian Semarang di era 90-an hingga 2010-an, Plaza Simpang Lima adalah rajanya.
Terletak persis di jantung kota, mall ini dulunya adalah tempat wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Semarang.
Plaza Simpang Lima dikenal sebagai pusatnya belanja terintegrasi. Mulai dari jembatan penghubung legendarisnya yang ikonik ke Citraland, pusat komputer dan handphone terbesar, hingga bioskop murah meriah yang selalu antre panjang di akhir pekan.
Setelah masa kejayaannya berlalu, Plaza Simpang Lima kini tampak redup dan sunyi. Lorong-lorong toko banyak yang tutup dan gelap.
Kabar terbaru mengenai habisnya masa kontrak pengelolaan gedung membuat mal ini seolah sedang “menunggu ajal,” kontras dengan kawasan Simpang Lima di luarnya yang masih terus berdenyut hampa tanpa kehadirannya yang dulu.
















