5 Gedung Ikonik Kota Lama Semarang yang Kembali Bersinar

Gedung Marba di Kota Lama Semarang (foto: matasemarang.com/ Ade Lukmono)
Gedung Marba di Kota Lama Semarang (foto: matasemarang.com/ Ade Lukmono)

MATASEMARANG.COM – Di sudut utara Kota Semarang, sebuah kawasan berjuluk Little Netherland menyimpan rahasia di balik dinding-dinding tebalnya yang mengelupas.

Dulu, gedung-gedung ini adalah pusat saraf ekonomi Hindia Belanda. Kini, mereka bertransformasi menjadi panggung gaya hidup modern yang memukau.

Gedung-gedung di Kota Lama menyimpan banyak cerita, mulai dari menyimpan alat musik raksasa hingga akhirnya bisa selamat dari ancaman pembongkaran.

Bacaan Lainnya

Dari beberapa gedung ini mungkin tidak asing karena sering bersliweran di feed Instagram tanpa tahu nama asli gedung tersebut.

Berikut ini 5 gedung yang kini telah bersalin rupa menjadi spot paling terfavorit untuk berfoto dan menjadi ikon di Kota Lama Semarang.

1. Gedung Oudetrap: Dari Gudang Gambir hingga Pusat Kreatif

Berdiri megah dengan ciri khas tangga putar besinya, Gedung Oudetrap adalah salah satu bangunan tertua di kawasan ini.

Dibangun pada abad ke-18, gedung ini awalnya berfungsi sebagai gudang penyimpanan komoditas perdagangan seperti gambir dan rempah.

BACA JUGA  5 Pemain Berdarah Semarang yang Perkuat Timnas Indonesia

Masa Lalu: Nama “Oudetrap” sendiri berarti “Tangga Tua”. Arsitekturnya yang bergaya klasik menjadi bukti kejayaan perusahaan dagang masa itu.

Kini: Setelah direhabilitasi total oleh Pemerintah Kota Semarang, Oudetrap kini menjadi pusat kegiatan kreatif. Halamannya sering menjadi venue konser musik, festival budaya, hingga pameran seni yang menarik ribuan pengunjung.

2. Soesman’s Kantoor: Kantor Megah yang Menjadi Ikon Estetik

Gedung ini seringkali menjadi latar utama para fotografer pre-wedding. Dengan pilar-pilar besar dan jendela tinggi, Soesman’s Kantoor memancarkan aura kemewahan kolonial yang tak lekang oleh waktu.

Masa Lalu: Sesuai namanya, tempat ini dulunya adalah kantor milik perusahaan perdagangan dan administrasi Soesman & Co.

Kini: Setelah proses restorasi yang apik, gedung ini bertransformasi menjadi perkantoran modern yang tetap mempertahankan struktur aslinya.

Sudut-sudut bangunannya kini menjadi lokasi favorit bagi mereka yang mengincar foto bertema vintage-elegant.

3. Gedung Marba: Si Merah yang Melintasi Zaman

Siapa yang tidak mengenal dinding bata merah yang ikonik ini? Gedung Marba adalah singkatan dari Marta Badjunet, seorang saudagar kaya asal Yaman yang membangun gedung ini di akhir abad ke-19.

BACA JUGA  Lebih Transparan, Pengisian Jabatan Kosong Gunakan Mekanisme Manajemen Talenta

Masa Lalu: Gedung ini pernah berfungsi sebagai kantor pelayaran hingga toko serba ada (de modern warenhuis) yang sangat tersohor.

Kini: Marba telah menjadi “wajah” dari Kota Lama. Meski bagian dalamnya masih dalam tahap pengembangan lebih lanjut, fasad luarnya tetap menjadi magnet utama wisatawan untuk berfoto. Marba adalah saksi bisu bagaimana sejarah bisa tetap eksis di tengah arus modernisasi.

4. Gedung Marabunta: Kisah Semut Raksasa dan Pertunjukan Seni

Salah satu gedung paling unik dengan dua patung semut raksasa di atas atapnya. Gedung Marabunta memiliki atmosfer yang berbeda, lebih teatrikal dan artistik.

Masa Lalu: Dulunya dikenal sebagai Schouwburg (gedung kesenian), tempat ini adalah pusat hiburan bagi warga Eropa di Semarang. Konon, di sinilah beberapa penari yang populer pada masa itu tampil di Marabunta.

Kini: Marabunta telah direvitalisasi menjadi restoran mewah dan venue acara eksklusif. Interiornya yang megah dengan plafon tinggi menjadikannya tempat favorit untuk pesta pernikahan bertema kolonial yang megah.

BACA JUGA  5 Lomba 17 Agustus Paling Seru, Bisa Dimainkan Beregu

5. Spiegel: Transformasi Toko Serba Ada Menjadi Restoran Hits

Terletak hanya sepelemparan batu dari Gereja Blenduk, Gedung Spiegel adalah contoh sukses restorasi bangunan tua yang dihidupkan kembali dengan konsep bisnis modern.

Masa Lalu: Dibangun pada 1895, gedung ini merupakan milik perusahaan H. Spiegel yang menjual berbagai barang impor, dari perabotan rumah tangga hingga pakaian mode terbaru dari Eropa.

Kini: Sekarang, Spiegel menjadi salah satu bar dan bistro paling populer di Semarang. Rehabilitasi gedung ini sangat detail, mempertahankan struktur bata ekspos dan kayu asli, menciptakan suasana makan malam yang hangat dan berkelas bagi anak muda maupun turis mancanegara.

Kota Lama Semarang bukan lagi sekadar kumpulan gedung tua yang terbengkalai. Melalui proses rehabilitasi yang panjang, gedung-gedung seperti Oudetrap hingga Spiegel telah membuktikan bahwa sejarah dan gaya hidup modern bisa berjalan beriringan.

Berkunjung ke Kota Lama Semarang bukan hanya soal mengambil foto yang bagus, tapi juga menghargai setiap jengkal cerita yang tertanam di dindingnya.

Pos terkait