MATASEMARANG.COM – Proyek Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Semarang Raya memiliki nilai investasi yang mencapai Rp3 triliun. Hal ini menarik minat investor untuk berinvestasi pada proyek ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Glory Nasarani, mengatakan dengan tingginya minat investor ini mendorong Badan Pengelola Investasi Danantara untuk menyiapkan tahapan lanjutan, termasuk kunjungan lapangan dan finalisasi dokumen lelang.
“Hasil market sounding menunjukkan respon yang sangat positif. Saat ini pemerintah daerah terus menyiapkan berbagai dokumen pendukung dan data teknis yang diperlukan agar proses investasi dapat berjalan sesuai rencana,” kata Glory, Jumat, 5 Juni 2026.
Diketahui, proyek PSEL Semarang Raya ini dirancang untuk melayani pengelolaan sampah di kawasan Semarang Raya seperti Kota Semarang, Kabupaten Demak hingga Kabupaten Kendal.
“Adanya proyek ini menjadi contoh kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Glory mengatakan, bagi Pemerintah Kota Semarang, proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sistem penimbunan sampah di TPA. Melalui teknologi pengolahan modern yang sedang dalam kajian, volume sampah dapat ditekan secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik yang bermanfaat.
Selain memberikan dampak lingkungan yang positif, lanjutnya, proyek ini juga diproyeksikan mampu membuka lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, serta meningkatkan daya saing Kota Semarang di mata investor nasional maupun internasional.


















