MATASEMARANG.COM – Selama semester I tahun 2026, pengaduan warga terkait kondisi infrastruktur jalan masih mendominasi di tiga kanal pengaduan resmi yang disediakan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Kepala Dinas Kominfo Petrus Triyono melaporkan terdapat 217 pengaduan warga yang masuk melalui SP4N-LAPOR! Kemendagri, LaporGub! milik Pemprov Jateng, dan Lapor Bupati Semarang.
“Sebanyak 49 pengaduan atau sekitar 22,6 persen berkaitan dengan infrastruktur jalan,” ujarnya saat Bimbingan Teknis Pengelolaan Pengaduan di Ruang Command Center, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Selasa 14 Juli 2026.
Selain jalan, pengaduan lain yang menonjol adalah pelayanan air bersih PDAM (17 aduan/7,8 persen), infrastruktur lalu lintas (15/6,9 persen), ketertiban umum (12/5,5 persen), serta perizinan dan lingkungan hidup masing-masing 10 aduan (4,6 persen).
Sisanya meliputi kepegawaian, bantuan sosial, ketenagakerjaan, sosial kemasyarakatan, bencana, dan perumahan.
Bimtek bertema “Membangun sinergi pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang responsif” diikuti 46 admin OPD dan satu dari PDAM. Wakil Bupati Semarang Nur Arifah, mewakili Bupati Ngesti Nugraha, menegaskan setiap pengaduan warga harus ditanggapi cepat, informatif, dan memberikan kepastian tindak lanjut.
“Masyarakat melihat respon Pemkab, bukan batasan kewenangan OPD,” tegasnya.
Kabid Aptika Diskominfo, Khairul Aulia, menambahkan bahwa warga lebih mempercayai kanal lokal dibandingkan pusat.
Dari Januari–Juni 2026, tercatat 22 pengaduan melalui SP4N-LAPOR!, 137 melalui LaporGub!, dan 58 melalui Lapor Bupati.


















