MATASEMARANG.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meresmikan Radar Cuaca S-Band Cilacap, dengan jangkauan pemantauan terluas di Indonesia.
Radar S-Band di Cilacap ini merupakan yang pertama di Indonesia sebagai upaya memperkuat pemantauan cuaca dan mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Pulau Jawa.
Usai meresmikan Gedung Radar Cuaca Cilacap yang berlokasi di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan radar tersebut merupakan Radar Cuaca S-Band pertama yang diresmikan di Indonesia sekaligus bagian dari upaya memenuhi kebutuhan 75 radar cuaca nasional.
“Saat ini BMKG telah memiliki 45 radar cuaca yang tersebar di berbagai daerah. Ini merupakan kerja keras kita semua untuk dapat memenuhi jangkauan radar cuaca di Indonesia,” katanya.
Menurut dia, Cilacap dipilih karena berada di pesisir selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sehingga menjadi lokasi strategis untuk memantau hujan, curah hujan, dan potensi bencana hidrometeorologi basah.
Radar tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung keselamatan penerbangan, pelayaran, dan transportasi darat, serta menjadi sumber data bagi pemerintah daerah dalam sektor pertanian, sumber daya air, energi, dan pembangunan.
Ia mengatakan BMKG saat ini mengoperasikan sekitar 10.800 alat utama meteorologi, klimatologi, geofisika, dan maritim yang mendukung berbagai sektor pembangunan.
Selain di Cilacap, radar cuaca S-Band dengan jangkauan hingga 400 kilometer juga dibangun di Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, sedangkan satu radar C-Band dibangun di Tangerang.


















