- 100 persen RT di wilayah Kecamatan Gunungpasti sudah mencairkan dana BOP Rp25 juta
- Semarang Tengah menjadi kecamatan dengan jumlah RT yang mencairkan paling sedikit karena banyaknya perumahan elit dan kawasan pertokoan
MATASEMARANG.COM – Penyerapan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) RT Rp25 juta di Kota Semarang menunjukkan dinamika yang menarik antarkecamatan.
Kecamatan Gunungpati berhasil mencatatkan rekor serapan sempurna 100 persen, sementara Kecamatan Semarang Tengah tercatat sebagai wilayah dengan tingkat penyerapan paling rendah.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang Pranyoto pada Jumat, 14 Agustus 2026 saat ditemui di Balai Kota Semarang.
Secara akumulasi tingkat kota, realisasi BOP RT menembus angka 95 persen lebih. Dari total 10.622 RT di Kota Semarang, sebanyak 10.127 RT telah mengajukan pencairan dengan nilai nominal mencapai Rp257,46 miliar dari alokasi anggaran APBD senilai Rp270 miliar.
Tingginya angka serapan tersebut berdampak langsung pada maraknya perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di berbagai pelosok kota.
Pranyoto mengungkapkan bahwa cairnya dana BOP RT ini menjadi modal utama warga dalam menggelar berbagai kegiatan perayaan Agustusan tahun ini.
“Bisa kita lihat bersama, kemeriahan momen Agustusan tahun ini terasa jauh lebih semarak di lingkungan warga. Alhamdulillah, alokasi BOP ini benar-benar terasa dampaknya untuk menggairahkan kegiatan masyarakat,” ujar Pranyoto.
Meski secara umum berdampak positif pada semarak Kemerdekaan, Pranyoto memaparkan adanya perbedaan signifikan terkait tingkat partisipasi pengajuan dana antarwilayah.
“Ada kecamatan yang tingkat pencairannya sudah mencapai 100 persen, yaitu Kecamatan Gunungpati. Seluruh RT di Gunungpati tanpa terkecuali sudah mengajukan dan mencairkan dana BOP,” bebernya.

















