- Capaian PAD Dishub Kota Semarang sampai September baru 37 persen
- Sumber PAD Dishub saat ini hanya dari retribusi parkir dan Trans Semarang
MATASEMARANG.COM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang hingga akhir September 2026 baru menyentuh angka sekitar 37 persen dari total target yang ditetapkan sebesar Rp46 miliar.
Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengungkapkan bahwa melesetnya capaian target pendapatan tersebut dipicu oleh terkendalanya proses lelang kerja sama pengelolaan sistem parkir nontunai (elektrifikasi parkir).
Peserta lelang yang mengajukan penawaran sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi dan teknis, sehingga lelang dinyatakan gagal.
“Target total PAD kami di angka Rp46 miliar dan realisasi sampai saat ini baru sekitar 37 persen. Penyebab utamanya karena penerimaan dari sektor parkir meleset dari jadwal yang direncanakan. Lelang kemarin gagal karena peserta tidak memenuhi syarat, akhirnya mundur dari target pertengahan tahun,” kata Danang, Jumat, 25 September 2026.
Guna mengejar ketertinggalan pendapatan, pihak Dishub Kota Semarang saat ini tengah menyiapkan berkas untuk menggelar lelang ulang pengelolaan parkir elektronik. Diharapkan pengelola baru sudah dapat ditetapkan sebelum tahun anggaran berakhir.
“Ini akan kita jadwalkan lelang kembali untuk kerja sama pengelolaannya. Harapannya kalau di pertengahan tahun kemarin bisa jalan, pasti ada kenaikan pendapatan di situ. Mudah-mudahan di akhir tahun ini sudah ada pemenang lelang yang baru,” tuturnya.
Akibat kendala teknis lelang parkir ini, pihaknya memproyeksikan estimasi capaian PAD di akhir tahun kemungkinan hanya mampu menyentuh angka sekitar 80 persen dari target awal.

















