Perkuat Toleransi, Pemkot Semarang Sediakan Lahan TPU Pancasila bagi Penghayat

Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati menghadiri syukuran Pemakaman TPU Pancasila (foto: Disperkim Kota Semarang)
Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati menghadiri syukuran Pemakaman TPU Pancasila (foto: Disperkim Kota Semarang)
  • Disperkim Kota Semarang menggelar tasyakuran atas terealisasinya penyediaan lahan permakaman TPU Pancasila
  • Penyediaan lahan khusus ini menjadi wujud nyata pemenuhan fasilitas pemakaman yang layak dan setara bagi kelompok penghayat kepercayaan

MATASEMARANG.COM — Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menggelar acara tasyakuran atas terealisasinya penyediaan lahan permakaman TPU Pancasila di Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati hadir secara langsung mewakili Pemkot Semarang untuk menyapa dan meresmikan pemanfaatan area TPU Pancasila bersama warga masyarakat.

Agenda tasyakuran ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas terwujudnya penyediaan lahan permakaman khusus bagi para penghayat kepercayaan di Kota Semarang.

Bacaan Lainnya

Penyediaan lahan permakaman ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Semarang dalam menjamin pemenuhan kebutuhan fasilitas umum yang layak dan setara bagi seluruh elemen warga.

Selain itu, hadirnya TPU Pancasila merupakan bentuk apresiasi serta komitmen pemerintah daerah dalam merawat toleransi dan menghormati keberagaman keyakinan masyarakat.

Disperkim Kota Semarang menegaskan bahwa penyediaan sarana dan prasarana pemakaman yang memadai menjadi salah satu fokus pelayanan publik yang terus dikawal secara berkelanjutan.

“Kegiatan tasyakuran diselenggarakan sebagai ungkapan syukur atas terealisasinya penyediaan lahan pemakaman bagi penghayat kepercayaan di TPU Pancasila,” ungkap akun Instagram resmi Disperkim Kota Semarang di Semarang dikutip Jumat, 6 November 2026.

“Sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas pemenuhan kebutuhan pemakaman yang layak dan penghormatan terhadap keberagaman keyakinan masyarakat,” lanjut pihak Disperkim.

Pos terkait