- Ramai petisi tentang tugas PKK Kota Semarang di media sosial
- Kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam memperbaiki kualitas gerakan pemberdayaan keluarga
MATASEMARANG.COM – Di tengah ramainya polemik petisi yang menyoroti berbagai kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kota Semarang, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Semarang Lies Iswar Aminuddin akhirnya buka suara.
Alih-alih memperuncing polemik, Lies memilih merespons kritik masyarakat dengan sikap terbuka, sekaligus menegaskan bahwa pelaksanaan program PKK selama ini berpedoman pada ketentuan yang berlaku dan dijalankan melalui koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang.
Polemik tersebut mencuat setelah muncul petisi daring yang meminta penyederhanaan kegiatan PKK agar lebih efektif dan efisien.
Petisi yang telah mengumpulkan ribuan dukungan itu menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari kegiatan pemilahan sampah, pengumpulan minyak jelantah, pengelolaan tanaman obat keluarga (TOGA), hingga beban administrasi dan pelaporan kader di tingkat RT dan RW.
Menanggapi aspirasi yang berkembang, Lies menegaskan bahwa kritik masyarakat merupakan bagian penting dalam memperbaiki kualitas gerakan pemberdayaan keluarga.
“Kami menghargai perhatian, kritik, dan masukan masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan PKK sebagai bentuk partisipasi dalam meningkatkan kualitas program pemberdayaan keluarga di Kota Semarang. Setiap masukan menjadi bahan untuk menyempurnakan pelaksanaan kegiatan agar semakin efektif dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Lies, Senin, 26 Oktober 2026.
Di sisi lain, Lies menjelaskan bahwa kegiatan PKK tidak berjalan secara terpisah dari kebijakan pemerintah daerah.

















