- Pemkot Semarang telah menyusun anggaran sekitar Rp4,9 miliar pada tahun anggaran 2027
- Normalisasi dan pelebaran penampang basah saluran drainase di kawasan Padi Raya serta Gebanganom akan dilakukan untuk cegah banjir
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang membeberkan strategi penanganan banjir di kawasan Kaligawe dan sekitarnya menjelang datangnya musim hujan.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang memastikan sistem drainase di kawasan permukiman Genuksari, Gebanganom, hingga Padi Raya telah terintegrasi dengan baik meskipun terdapat peninggian Jalan Raya Kaligawe.
Kepala DPU Kota Semarang melalui Kepala Bidang Sumber Daya Alam dan Drainase DPU Kota Semarang M. Hisam Ashari menjelaskan bahwa peninggian jalan yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah dipadukan dengan sistem pemompaan yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Ia memastikan air dari permukiman warga di sebelah selatan Kaligawe seperti Padi Raya dan Gebanganom tetap dapat terbuang dengan lancar melalui Rumah Pompa Gebangsari.
“Ada keterpaduan antara peninggian jalan dari BPJN dengan BBWS yang mengatur pompanya. Untuk wilayah selatan seperti Padi Raya, Gebanganom, dan sekitarnya, sudah ada Rumah Pompa Gebangsari yang standby,” kata Hisam, Jumat, 23 Oktober 2026.
Hisam menambahkan, Rumah Pompa Gebangsari yang kapasitasnya telah ditingkatkan oleh BBWS tersebut bertugas menyedot limpasan air dari wilayah Genuksari, Gebanganom, dan Padi Raya untuk dibuang ke alur Kali Tenggang.
“Jadi, meskipun jalan raya posisinya lebih tinggi daripada permukiman, air dari pemukiman akan ditarik masuk ke Kali Tenggang melalui Pompa Gebangsari yang sudah ditingkatkan kapasitasnya. Insyaallahaman,” tegasnya.

















