Dinkes: Belum Ada Kasus “Superflu” di Semarang, Warga Jangan Panik

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam. (matasemarang.com/Lia Dina)
  • Influenza A tidak identik dengan ‘Superflu’. Jangan memberi label semua flu sebagai ‘Superflu’, karena diagnosis dan penentuan subclade virus itu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium resmi

MATASEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan bahwa hingga saat ini belum ada temuan maupun data yang menunjukkan peningkatan kasus kejadian luar biasa (KLB) “Superflu” di Ibu Kota Jawa Tengah.

Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam menegaskan meski secara nasional dilaporkan terdapat peningkatan aktivitas virus influenza, kondisi kesehatan masyarakat di Kota Semarang sejauh ini masih aman dan terkendali.

BACA JUGA  PAD Semarang 2025 Lampaui Target, Tembus Rp686 Miliar

“Berdasarkan pemantauan dan data yang kami miliki melalui sistem surveilans, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa di Kota Semarang sedang terjadi peningkatan atau kejadian luar biasa ‘Superflu’. Pesan kami kepada masyarakat adalah tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” kata Hakam, Senin, 28 September 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  LSSFF Jadi Pembuka Gerbang Semarang sebagai Kota Film Pendek Nasional

Guna meredam keresahan publik, Dinkes Kota Semarang meluruskan kesalahpahaman yang mengidentikkan setiap varian flu sebagai ancaman berbahaya.

Hakam menerangkan bahwa kelompok virus Influenza A sebenarnya merupakan varian flu biasa yang sudah sejak lama beredar di tengah masyarakat. Sementara istilah “Superflu” yang ramai diperbincangkan merujuk secara spesifik pada Influenza A(H3N2) subclade K.

“Perlu kami luruskan bahwa Influenza A tidak identik dengan ‘Superflu’. Jangan memberi label semua flu sebagai ‘Superflu’, karena diagnosis dan penentuan subclade virus itu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium resmi,” jelasnya.

BACA JUGA  Wali Kota Semarang Tawarkan Solusi Soal SD yang Tak Penuhi Kuota SPMB2025

Kendati belum ditemukan indikasi kasus di Semarang, pihaknya tidak memungkiri bahwa sifat virus influenza sangat mudah menular, terlebih di tengah tingginya mobilitas warga di kota metropolitan.

Pos terkait