- Influenza A tidak identik dengan ‘Superflu’. Jangan memberi label semua flu sebagai ‘Superflu’, karena diagnosis dan penentuan subclade virus itu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium resmi
MATASEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memastikan bahwa hingga saat ini belum ada temuan maupun data yang menunjukkan peningkatan kasus kejadian luar biasa (KLB) “Superflu” di Ibu Kota Jawa Tengah.
Kepala Dinkes Kota Semarang M. Abdul Hakam menegaskan meski secara nasional dilaporkan terdapat peningkatan aktivitas virus influenza, kondisi kesehatan masyarakat di Kota Semarang sejauh ini masih aman dan terkendali.
“Berdasarkan pemantauan dan data yang kami miliki melalui sistem surveilans, belum ada dasar untuk menyatakan bahwa di Kota Semarang sedang terjadi peningkatan atau kejadian luar biasa ‘Superflu’. Pesan kami kepada masyarakat adalah tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” kata Hakam, Senin, 28 September 2026.
Guna meredam keresahan publik, Dinkes Kota Semarang meluruskan kesalahpahaman yang mengidentikkan setiap varian flu sebagai ancaman berbahaya.
Hakam menerangkan bahwa kelompok virus Influenza A sebenarnya merupakan varian flu biasa yang sudah sejak lama beredar di tengah masyarakat. Sementara istilah “Superflu” yang ramai diperbincangkan merujuk secara spesifik pada Influenza A(H3N2) subclade K.
“Perlu kami luruskan bahwa Influenza A tidak identik dengan ‘Superflu’. Jangan memberi label semua flu sebagai ‘Superflu’, karena diagnosis dan penentuan subclade virus itu harus berdasarkan pemeriksaan laboratorium resmi,” jelasnya.
Kendati belum ditemukan indikasi kasus di Semarang, pihaknya tidak memungkiri bahwa sifat virus influenza sangat mudah menular, terlebih di tengah tingginya mobilitas warga di kota metropolitan.


















