- Jadi, itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar
MATASEMARANG.COM – Polemik dugaan ada aliran uang beaar dalam Muktamar Ke-35 NU di Jombang belum juga mereda.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf membantah keras adanya aliran dana korupsi pada pelaksanaan Muktamar NU beberapa waktu lalu. Ia memastikan kabar tersebut tidak benar.
“Saya pastikan hoaks. Jadi, itu kan disebut-sebut ada aliran dana hasil korupsi ke Muktamar dan lain sebagainya, itu kami pastikan hoaks, itu kabar palsu, itu kabar tidak benar,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Gus Ipul mengatakan pihaknya melaporkan salah satu media ke Dewan Pers terkait isu tersebut. Pihak media yang menayangkan program podcast Madilog edisi 12 September dan 22 September itu dinilai mengundang narasumber yang tidak kredibel serta tidak melakukan mengonfirmasi dan klarifikasi. Narsum tunggal pada siniar itu adalah Gus Lilur, yang selama ini bersuara lantang ada aliran uang dalam muktamar tersebut.
Gus Ipul menegaskan bahwa isu aliran uang haram dalam pelaksanaan muktamar sangat merugikan nama baik para tokoh dan ulama serta dapat merusak reputasi organisasi.
Menurut dia, seluruh tahapan Muktamar NU telah berjalan dengan lancar, transparan, serta terbuka sesuai dengan mekanisme dan kesepakatan seluruh peserta.
Selain melapor ke Dewan Pers, pihaknya juga berencana melayangkan somasi serta mengadukan pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan fitnah tanpa bukti tersebut kepada aparat kepolisian.
“Pernyataan-pernyataan yang bernuansa fitnah saya mohon untuk dihentikan, tapi kalau diterus-teruskan kami juga akan mengambil langkah-langkah tegas, langkah-langkah hukum sesuai dengan semua ketentuan yang ada,” ujar Gus Ipul.


















