Nita Cahayani Sumanto, Srikandi Dishub Kota Semarang di Balik Momen Harhubnas 2026

Nita Cahayani Sumanto saat memimpin upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Balai Kota Semarang (foto: Trans Semarang)
Nita Cahayani Sumanto saat memimpin upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Balai Kota Semarang (foto: Trans Semarang)
  • Nita Cahayani Sumanto saat memimpin upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di Balai Kota Semarang pada Rabu, 23 September 2026
  • Dia merupakan perempuan pertama dari Dishub Kota Semarang yang memimpin acara besar di tingkat kota

MATASEMARANG.COM – Suasana Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 sekaligus peluncuran armada bus listrik Trans Semarang Koridor 1 (Mangkang–Penggaron) pada Rabu, 23 September 2026 terasa begitu hangat dan bersejarah.

Suara aba-aba untuk mengondisikan barisan peserta berbeda dari biasanya. Pagi itu, suara tegas perempuan menggema melalui alat pelantang menyedot perhatian.

BACA JUGA  Komisi C DPRD Kota Semarang Sambut Baik Rencana Adanya Bus Listrik Trans Semarang

Dialah Nita Cahayani Sumanto, srikandi yang mengukir sejarah baru sebagai perempuan pertama dari Dishub Kota Semarang yang dipercaya memimpin upacara skala besar di balai kota.

Bacaan Lainnya

Bagi Nita, bertugas mengawal barisan bukanlah hal yang sama sekali asing. Ia sebelumnya memang sudah beberapa kali dipercaya menjadi komandan apel internal di lingkungan Dishub.

BACA JUGA  Sambut MTQ Nasional XXXI, Banyak "Side Event" UMKM hingga Wisata di Semarang

Namun, memimpin upacara resmi tingkat kota dengan agenda vital peluncuran transportasi ramah lingkungan tentu membawa beban dan kebanggaan tersendiri.

Kepercayaan besar itu datang langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Danang Kurniawan yang menunjuknya secara resmi untuk mengambil alih komando di lapangan.

“Saya siap dengan perintah dari pimpinan, dan saya akan melaksanakan tugas sebaik mungkin,” tutur Nita mengingat momen saat menerima amanah tersebut.

Tak dimungkiri, perasaan gugup sempat menyergap menjelang detik-detik acara dimulai.

BACA JUGA  62 Penghuni Rusunawa Kudu Menunggak Sewa, Satpol PP Turun Tangan

Tatapan ratusan pasang mata tamu undangan dan peserta upacara sempat membuat jantungnya berdegup lebih kencang.

Namun, begitu kakinya melangkah mantap memasuki mimbar dan tengah lapangan, jiwa profesionalismenya langsung mengambil alih. Rasa canggung perlahan mencair berganti dengan konsentrasi penuh.

Pos terkait