Antisipasi Banjir, DPU Semarang Kebut Proyek Drainase di 7 Titik Vital

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto. (matasemarang.com/Lia Dina)
Kepala DPU Kota Semarang Suwarto. (matasemarang.com/Lia Dina)
  • DPU Kota Semarang kejar pengerjaan infrastruktur di 7 titik vital untuk cegah banjir
  • Pekerjaan ditarget rampung sebelum pertengahan Desember 2026

MATASEMARANG.COM – Sebanyak tujuh proyek infrastruktur drainase dan peningkatan jalan sedang dikebut pelaksanaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Seluruh pengerjaan tersebut dikerjakan secara serentak dan ditargetkan rampung paling lambat pertengahan Desember 2026.

Kepala DPU Kota Semarang Suwarto menegaskan bahwa percepatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sistem saluran, penangkap air, dan rumah pompa siap bekerja maksimal sebelum memasuki puncak musim hujan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  The Gade Creative Lounge Jadi Ruang Kreasi dan Literasi Keuangan Mahasiswa 

“September ini waktunya masih cukup. Kebanyakan pekerjaan ditargetkan selesai pertengahan Desember, sekitar tanggal 15 sampai 20 Desember,” tegas Suwarto, Jumat, 25 September 2026.

Pengerjaan infrastruktur yang tengah dikebut DPU Kota Semarang mencakup penanganan masalah genangan, rekayasa arus air, hingga pembenahan akses jalan utama:

  1. Jalan Pierre Tendean: Pengerjaan drainase jalan yang sempat tertunda kini kembali dilanjutkan setelah memodelkan rekayasa lalu lintas.
  2. Kawasan Gajah: Pembuatan drainase baru untuk memperlancar pembuangan air di kawasan padat pemukiman.
  3. Kawasan Simpang Lima: Pembesaran saluran drainase di area lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) guna mencegah genangan sekaligus membuang sumber bau tak sedap.
  4. Jalan Pahlawan: Pemasangan penangkap air berbahan besi (grill steel) untuk memotong laju air deras dari arah Jalan Diponegoro agar tidak langsung menumpuk ke Simpang Lima, melainkan dialirkan ke Saluran Sabuk Sriwijaya.
  5. Muktiharjo Lor: Pemasangan saluran beton bertulang (U-Ditch) untuk memperlancar aliran air di kawasan rawan genangan.
  6. Taman Hasanudin: Pembangunan sarana dan unit pompa air untuk mempercepat penyedotan genangan di wilayah Semarang Utara.
  7. Jalur Akses Ungaran dan Manyaran: Perbaikan geometris dan pengaspalan ruas jalan penghubung menuju perbatasan Kabupaten Semarang serta jalur kendaraan tonase besar di Manyaran.
BACA JUGA  220 Pompa di Semarang Siap Beroperasi Hadapi Musim Hujan

Mengingat sejumlah proyek besar berada di jalur protokol dengan kepadatan kendaraan yang tinggi—seperti Jalan Pahlawan dan Pierre Tendean—DPU Kota Semarang berkoordinasi intensif dengan jajaran Satlantas Polrestabes Semarang untuk mengatur rekayasa lalu lintas selama pengerjaan berlangsung.

Suwarto menambahkan, untuk ruas jalan yang membutuhkan penanganan skala besar dan berdampak masif pada kendaraan berat, seperti Jalan Citarum dan kawasan Pelabuhan Tanjung Mas yang pengerjaannya diproyeksikan berlanjut pada tahun anggaran 2027.

“Keterbatasan waktu pelaksanaan dan kondisi lalu lintas menjadi pertimbangan kami. Yang utama saat ini, proyek antisipasi banjir di titik-titik krusial bisa tuntas tepat waktu pertengahan Desember ini demi kenyamanan warga,” pungkasnya.

BACA JUGA  Program TMMD Mangunsari Fokus Pencegahan Stunting hingga Sarana Air Bersih

Pos terkait