Pemkot Semarang Siap Bantu Sediakan Panci Presto untuk Sentra Bandeng di Tambakrejo

Wali Kota Semarang kunjungi Sentra Bandeng Tambakrejo (matasemarang.com/lia Dina)
Wali Kota Semarang kunjungi Sentra Bandeng Tambakrejo (matasemarang.com/lia Dina)
  • Pemkot Semarang akan memperbaiki akses menuju sentra bandeng untuk pengembangan usaha milik UMKM di Tambakrejo
  • Kebutuhan untuk meningkatkan produksi akan didukung, termasuk alat seperti panci presto jika dibutuhkan

MATASEMARANG.COM – Potensi produksi bandeng di kawasan pesisir yakni di Sentra Bandeng di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari perlu terus ditingkatkan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mendorong peningkatan produksi bandeng agar terus berkembang, salah satunya dengan penguatan peralatan pengolahan hingga perluasan jangkauan pasar.

Ia menjelaskan pengembangan sentra bandeng akan didukung melalui sinergi bersama Dinas Ketahanan Pangan serta kolaborasi dengan perguruan tinggi yang memiliki teknologi pengolahan bagi pelaku UMKM.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pra Kongres Perempuan Jadi Tolok Ukur Penyusunan Isu Strategis

“Saya ingin produktivitas bandeng Kelurahan Tambakrejo ini bisa terus meningkat dan berkembang. Nanti kebutuhan pengembangannya disampaikan bertahap, agar kita bersama Dinas Ketahanan Pangan bisa memetakan intervensi yang paling tepat,” ujar Agustina, Minggu 27 September 2026.

Salah satu kebutuhan yang dibahas adalah peralatan pengolahan, termasuk penyediaan mesin presto berkapasitas besar. Agustina menyebut kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan mesin bagi pelaku UMKM.

“Yang dibutuhkan apa? Panci untuk presto yang besar? Atau apa? Pemerintah Kota Semarang ada kerja sama dengan beberapa universitas yang memproduksi mesin-mesin untuk teman-teman UMKM,” katanya.

BACA JUGA  Bandara Ahmad Yani Siapkan Titik Kumpul Khusus Kafilah MTQ Nasional

Di samping peralatan, persoalan akses menjadi perhatian Agustina. Jalan menuju sentra bandeng kerap terendam air, sementara fasilitas kantong parkir bagi pengunjung belum tersedia sehingga pembeli masih memanfaatkan badan jalan.

Merespons hal itu, Agustina meminta kebutuhan penataan kawasan disampaikan melalui kecamatan untuk dicatat dalam perencanaan APBD 2027. Ia menekankan agar penanganan genangan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang jalur akses.

Pos terkait