MATASEMARANG.COM – Komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, inklusif, dan ramah lingkungan kini memasuki babak baru yang kian masif.
Melalui peresmian armada bus listrik karya industri otomotif dalam negeri serta rencana konversi bertahap di berbagai koridor, Kota Semarang secara konsisten terus membenahi kualitas udara sekaligus meningkatkan kenyamanan warga.
Langkah berani ini diiringi dengan penyesuaian infrastruktur halte, digitalisasi sistem pembayaran nontunai, hingga pelatihan sumber daya manusia demi menjamin standar keselamatan dan pelayanan yang prima.
Selamat Tinggal “Cumi-Cumi Darat”

Menyambut Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng secara resmi meresmikan pengoperasian armada bus listrik Trans Semarang.
Langkah ini menjadi tonggak penting Pemkot Semarang untuk secara bertahap menghapus armada diesel tua yang beremisi tinggi atau sering dijuluki masyarakat sebagai “cumi-cumi darat”.
Saat ini, armada berusia di atas tujuh tahun tersisa sekitar 130-an unit dan akan digantikan secara bertahap.
Pengadaan bus listrik berkapasitas 80 penumpang ini mengandalkan karya industri otomotif nasional melalui kolaborasi Karoseri Laksana dan Hino dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen.
Wali Kota juga mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan jika masih mendapati bus yang mengeluarkan asap hitam pekat agar segera diproses penggantiannya oleh Dinas Perhubungan.
Target 27 Bus Listrik dan Halte Low Deck Koridor 1

Peremajaan armada paling masif saat ini tengah digenjot di Koridor 1 rute Terminal Mangkang – Penggaron PP. Sebanyak 27 unit bus listrik (25 operasional harian dan 2 cadangan) ditargetkan beroperasi penuh mulai awal November 2026.


















