- Peternak se-DIY membagikan 1.600 ayam afkir gratis di Malioboro sebagai bentuk protes atas kerugian akibat harga telur anjlok
- Harga telur di tingkat peternak jatuh ke Rp22.000/kg sementara biaya pakan naik hingga 40 persen
- Peternak mendesak pemerintah DIY mengintervensi harga pakan dan membantu penyerapan ayam afkir
MATASEMARANG.COM – Rombongan peternak ayam petelur dari seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi protes unik di depan Kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Sebagai bentuk keprihatinan atas anjloknya harga telur dan melambungnya biaya pakan, para peternak membagikan 1.600 ekor ayam petelur afkir secara gratis kepada warga masyarakat serta pengguna jalan yang melintas.
Peternak yang datang dari Kabupaten Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulon Progo ini mengerahkan sejumlah mobil pikap bermuatan penuh ayam sejak pukul 08.37 WIB.
Koordinator Peternak Ayam Petelur DIY Andry Patra menegaskan bahwa aksi pembagian ayam gratis ini dilakukan sebagai bentuk “sedekah” sekaligus simbolis untuk mengurangi populasi ayam (over supply) yang menekan harga pasar.
“Kita sebagai bentuk mau sedekah ke masyarakat karena harga ayam tidak laku. Ini Rp13.000 itu ibaratnya kita buang ayam, supaya populasi lebih turun lebih cepat. Kita membagikan supaya masyarakat tahu bahwa peternak hari ini sedang mengeluh, sedang sedih, dan mengalami kerugian cukup besar,” ujar Andry.
Tiga Bulan Merugi Akibat Harga Telur Anjlok
Andry mengungkapkan ketidakstabilan harga telur telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Saat ini, harga telur di tingkat peternak berada di kisaran Rp22.000 per kilogram.
Nilai tersebut berada jauh di bawah HAP/harga ideal peternak yang berkisar antara Rp24.000 hingga Rp25.000 per kg.
- Kerugian harian: Peternak mengalami kerugian sekitar Rp4.000 hingga Rp5.000 per kg telur setiap harinya.
- Harga ayam afkir: Turun drastis ke level Rp13.000 – Rp14.000 per kg.
- Lonjakan harga pakan: Biaya pakan konsentrat naik 30–40% hingga menyentuh Rp480.000 per karung (sekitar Rp8.000 per kg pakan jadi).
Peternak Tuntut Intervensi Pemerintah
Melalui audiensi resmi dengan DPRD DIY, para peternak menyampaikan sejumlah poin desakan agar pemerintah segera turun tangan mengambil langkah konkrit, antara lain:

















