MATASEMARANG.COM – Sebanyak 219 orang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Batang.
Hingga Kamis (24/9) tercatat 132 orang harus menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan. Data tersebut masih terus diperbarui sesuai hasil pendataan dan koordinasi di lapangan.
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang yang terdampak gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Batang, ditangani optimal di fasilitas kesehatan.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan keselamatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan pangan segera ditangani.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak, serta memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” ujarnya di Jakarta pada Kamis.
Sebagai langkah mitigasi dan bentuk kehati-hatian, SPPG Batang Bawang dihentikan sementara dengan kategori penangguhan (suspend) berat untuk selanjutnya diinvestigasi lebih lanjut. BGN juga telah mencopot Kepala SPPG Batang Bawang Bawang dari jabatannya.
“Kami sudah suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang, di samping adanya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat, sehingga kita juga akan mengevaluasi secara menyeluruh, serta investigasi dengan Dinas Kesehatan terkait,” katanya.

















