- Pemprov Jateng mengawal pembangunan hybrid seawall senilai Rp10 miliar di Demak
- Proyek fisik sepanjang 930 meter ini ditargetkan rampung pada November 2026 guna menanggulangi rob dan abrasi
- Wagub Taj Yasin meninjau lokasi pada Selasa, 27 Oktober 2026 dan mendorong penghijauan kawasan pesisir melalui penanaman mangrove
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pembangunan infrastruktur hybrid sea wall atau tanggul pantai di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak rampung pada akhir November 2026.
Infrastruktur yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 sebesar Rp10 miliar tersebut dibangun guna menekan dampak banjir rob dan abrasi, sekaligus mengembalikan produktivitas kawasan tambak serta perekonomian masyarakat pesisir.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau langsung progres pembangunan hybrid seawall di Desa Surodadi pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Gus Yasin mengapresiasi respons positif warga setempat dan menekankan pentingnya kolaborasi lanjutan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat vegetasi pesisir.
“Positif banget alhamdulillah sudah bisa melihat dan sentimennya sudah kelihatan. Tinggal LH yang nanti kita pasrahi nanam mangrove,” ujar Taj Yasin di sela-sela peninjauan.
Kepala Desa Surodadi, Supriyanto, menyampaikan rasa terima kasihnya karena pembangunan infrastruktur pelindung pantai ini berhasil meminimalkan genangan air rob yang selama bertahun-tahun merendam kawasan pemukiman dan tambak warga.
Supriyanto berharap penanganan tahap awal sepanjang 900 meter ini dapat dilanjutkan pada masa mendatang untuk menutup sisa 1,5 kilometer wilayah pesisir yang masih rawan abrasi hingga ke kawasan Dorowati.
“Dengan adanya kegiatan hybrid sea wall ini, insyaallah masyarakat bisa lebih aman dari abrasi. Program ini sangat membantu meringankan penderitaan masyarakat kami yang selama bertahun-tahun terdampak abrasi,” ungkap Supriyanto.

















