- Kapolri menyebut ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara
MATASEMARANG.COM – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hadir pada acara “Ngaji Kebangsaan” bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Kabupaten Rembang, Sabtu.
Kapolri pada pengajian itu menyebut ulama memiliki peran penting sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, dan doa bagi bangsa dan negara Indonesia.
Listyo Sigit, seperti dikutip dari keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyatakan peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa.
Sejak masa perjuangan saat merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara telah berjuang untuk menjaga bangsa dan negara Indonesia.
“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Dia mengatakan peran tersebut tetap diperlukan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.
Terlebih, Indonesia memiliki keberagaman yang harus terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan.
Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting dalam mendukung personel menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.
Listyo Sigit pun mengharapkan kebersamaan ulama dan umara terus terjaga untuk menjaga persatuan, merawat NKRI serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.
“Mari, umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya. [Ant]

















