- Dampak El Nino yang terjadi tahun ini menyebabkan curah hujan berkurang dan menggeser jadwal dimulainya musim hujan dari waktu normalnya
- Masyarakat diminta waspada dan menjaga kesehatan saat peralihan musim seperti ini
MATASEMARANG.COM – Turunnya hujan yang mulai mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin 26 Oktober 2026 malam belum menjadi penanda masuknya musim hujan secara serentak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut mengalami penundaan akibat pengaruh fenomena El Nino.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Gempita Icky Dzikrillah menjelaskan bahwa dampak El Nino yang terjadi tahun ini menyebabkan curah hujan berkurang dan menggeser jadwal dimulainya musim hujan dari waktu normalnya.
“Prediksi awal musim hujan di Kota Semarang terbagi menjadi dua waktu, yakni akhir November dan awal Desember,” kata Icky saat dikonfirmasi, Selasa 27 Oktober 2026.
Icky mengatakan, secara klimatologis periode Oktober sebenarnya sudah memasuki bulan-bulan basah. Namun, fenomena El Nino yang melanda wilayah Indonesia menahan intensitas pembentukan awan hujan secara global.
Meski demikian, BMKG mencatat potensi pembentukan awan pembawa hujan di Kota Semarang saat ini mengalami tren peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi periode Juli, Agustus, dan September lalu.
“Beberapa hari ini, sampai dengan dua sampai tiga hari ke depan, kalau kami melihat ada potensi peningkatan pertumbuhan awan-awan pembawa hujan,” terangnya.
Berdasarkan pemetaan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah, awal musim hujan di Kota Semarang nantinya tidak akan jatuh secara serentak di seluruh wilayah.
Kawasan Semarang bagian selatan (perbukitan) diprediksi akan memasuki musim hujan lebih awal dibandingkan kawasan Semarang bagian utara (pesisir) karena pengaruh faktor lokal dan topografi wilayah.

















