219 Siswa di Batang Keracunan MBG, 132 Orang Harus Rawat Inap

Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah ketidakpatuhan SOP, termasuk waktu pengolahan telur yang dilakukan lebih awal pukul 19.30 WIB sebelum kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

Selain itu ditemukan pula kondisi kebersihan pada beberapa bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. Temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian.

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tuturnya.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sebagian Korban Dugaan Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Boleh Pulang

BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, fasilitas kesehatan, serta tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Batang untuk memastikan penanganan penerima manfaat dan proses investigasi berjalan terpadu.

“Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi BGN. Kami akan memastikan proses penanganannya berjalan sampai tuntas dan menjadikan hasil investigasi sebagai dasar untuk melakukan perbaikan. Keamanan pangan tidak boleh dikompromikan dan apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan ada tindakan sesuai ketentuan yang berlaku,” tuturnya. [Ant]

Pos terkait