- Bupati Semarang meminta kegiatan tentang proyek geothermal Gunung Ungaran dihentikan sementara
- Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi lantaran Pemkab Semarang selalu terbuka untuk ruang diskusi
MATASEMARANG.COM – Bupati Semarang Ngesti Nugraha meminta PLN untuk menghentikan sementara seluruh bentuk kegiatan kajian maupun eksplorasi rencana proyek geothermal Gunung Ungaran.
Langkah tegas ini diambil Pemkab Semarang guna memelihara kondusivitas, ketenangan, serta ketenteraman masyarakat di tengah maraknya dinamika dan penolakan warga terkait isu proyek geothermal tersebut.
Permintaan jeda operasional tersebut disepakati usai menggelar rapat koordinasi bersama perwakilan PLN dan PT Geo Dipa Energi di Ungaran, Jumat 4 September 2026.
“Rapat koordinasi hari ini, untuk kegiatan yang dilakukan PLN terkait kajian dan sebagainya yang ada di wilayah Gunung Ungaran, kami sepakat meminta dipending sementara agar masyarakat tenang dan kondusif. Aktivitas apapun di sana kami minta diberhentikan,” ungkap Ngesti Nugraha.
Ngesti membeberkan bahwa situasi dan atmosfer sosial di tengah masyarakat Kabupaten Semarang belakangan ini cukup hangat akibat adanya rencana proyek geothermal Gunung Ungaran.
Terlebih, saat ini Kabupaten Semarang tengah bersiap menghadapi sejumlah agenda strategis daerah, termasuk gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Desember mendatang.
“Kami minta sementara waktu PLN tidak melakukan kegiatan apa pun dulu, agar masyarakat kondusif. Apalagi Desember mau pilkades,” lanjut Ngesti.
Bupati mengajak seluruh elemen warga Kabupaten Semarang untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait proyek panas bumi tersebut.
Pihak Pemkab Semarang berjanji akan terus membuka pintu dialog secara terbuka dengan masyarakat maupun instansi terkait.


















