- Karhutla merembet ke area lahan SRT 9 Banjarbaru pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 15.30 WITA akibat angin kencang
- Aksi gotong royong menggunakan 4 unit APAR berhasil memadamkan api secara total sebelum pukul 16.00 WITA
- Tidak ada bangunan sekolah yang rusak, namun jaringan kabel Wi-Fi dan listrik terdampak pada area terbakar seluas 1–2 hektare
MATASEMARANG.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap kawasan di sekitar Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 15.30 WITA.
Insiden tersebut terjadi setelah kobaran api dari area lahan kosong di seberang sekolah tertiup angin kencang hingga menyeberangi jalan dan mendekati kawasan pendidikan.
Petugas keamanan SRT 9 Banjarbaru Muhammad Kaspul Anwar menjelaskan bahwa titik api pertama kali terlihat membesar di sekitar lokasi bengkel Menggo Group.
“Karena angin, jadi dia ke arah jalan. Tambah anginnya tambah kencang tadi, sebagian sudah mulai nyebrang ke lahan Sekolah Rakyat,” kata Muhammad Kaspul Anwar.
Melihat kobaran api mulai merembet masuk ke lahan sekolah, jajaran petugas internal sekolah bersama masyarakat sekitar langsung bergerak cepat melakukan aksi pemadaman gotong royong.
Pihak sekolah mengandalkan empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan titik-titik api yang berpotensi mendekati dan merusak fasilitas bangunan utama.
Aksi tanggap darurat tersebut berhasil memadamkan seluruh kobaran api secara total sebelum pukul 16.00 WITA, sehingga kerusakan sarana fisik sekolah dapat dicegah.
Muhammad Kaspul Anwar mengonfirmasi bahwa seluruh bangunan fisik dan sarana pembelajaran SRT 9 Banjarbaru berada dalam kondisi selamat tanpa kerusakan.
“Alhamdulillah fasilitas Sekolah Rakyat tidak ada yang rusak,” ujar Muhammad Kaspul Anwar.
“Penanganan cepat dilakukan karena angin kencang berpotensi mempercepat pergerakan api dari lahan terbakar menuju kawasan sekolah sehingga pemadaman segera dilakukan untuk mencegah api meluas,” lanjutnya.


















