269 Siswa di Pati Diduga Keracunan MBG, Sampel Makanan Diuji di Semarang

Keracunan MBG
Dokumentasi siswa jalani perawatan setelah mengonsumsi MBG. Antara
  • Sebanyak 269 siswa dari 3 sekolah di Kecamatan Gembong, Pati, diduga mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan MBG
  • Sampel makanan MBG di Balai Labkesmas Provinsi Jawa Tengah

MATASEMARANG.COM – Kasus dugaan keracunan massal menimpa ratusan siswa sekolah di wilayah Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Sebanyak 269 siswa dari tiga sekolah dilaporkan mengalami gejala gangguan pencernaan usai diduga mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa ini bermula pada Rabu, 9 September 2026, ketika puluhan siswa dari MTs Negeri 3 Pati hingga SMP Negeri 1 Gembong mendadak mengeluhkan gejala mual, diare, hingga muntah-muntah.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Rumah Juriah Terbakar Habis, Bupati Kendal Bantu Urus Dokumen Kependudukan

Gejala tersebut muncul sehari setelah para siswa menyantap sajian MBG yang disalurkan ke sekolah mereka.

Gelombang kedatangan pasien siswa yang berbarengan bahkan sempat membuat ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di sejumlah fasilitas kesehatan kewalahan.

Berdasarkan data hingga Kamis, 10 September 2026 pukul 13.00 WIB, sebanyak 59 siswa harus menjalani perawatan rawat inap di empat rumah sakit, sementara 154 siswa lainnya dinyatakan rawat jalan.

RS Mitra Bangsa Tangani 45 Siswa Terdampak

Salah satu fasilitas kesehatan yang menampung para korban adalah Rumah Sakit (RS) Mitra Bangsa, Pati.

BACA JUGA  OTT Sudewo, Pelayanan Publik Pati Dijamin Tetap Lancar

Hingga Kamis petang, rumah sakit tersebut tercatat telah memberikan penanganan medis kepada 45 siswa terdampak.

Direktur RS Mitra Bangsa Pati, dr. Hendrianto, mengonfirmasi bahwa mayoritas pasien yang ditangani telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik pascapenanganan darurat.

“Baru ada tambahan lagi 2 orang anak. Sehingga total yang diberikan pelayanan di RS Mitra Bangsa ada 45 siswa. Sebanyak 31 pasien rawat jalan sudah dipulangkan, dan tersisa 14 orang yang masih menjalani rawat inap,” jelas Hendrianto, Kamis, 10 September 2026.

Pos terkait