- Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo dan Bupati Subandi menegaskan isu santri meninggal dunia akibat keracunan MBG adalah hoaks.
- Pihak pesantren membantah tudingan bahwa sumber racun berasal dari dapur internal
- Mayoritas dari 500 santri yang sempat mendapatkan perawatan di delapan rumah sakit kini sudah pulih dan kembali ke pondok pesantren
MATASEMARANG.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santrinya usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026, ketika sekitar 1.010 porsi makanan MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah dibagikan kepada siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Sekitar pukul 16.00 WIB, sekitar 500 santri mulai mengeluhkan gejala mual, pusing, muntah, diare, hingga sesak napas, sehingga pengurus pesantren bergerak cepat melarikan para santri ke delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.
Menanggapi maraknya informasi liar di media sosial yang mengklaim adanya korban jiwa dan menuding dapur internal pesantren sebagai penyebabnya, pihak Ponpes Manba’ul Hikam memberikan bantahan tegas.
“Terkait berbagai informasi miring yang beredar di luar, khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoaks sepenuhnya,” tulis pihak Ponpes Manba’ul Hikam dalam keterangan resminya melalui akun Instagram @mahikasidoarjo pada Rabu, 2 September 2026.
Pihak pesantren menambahkan bahwa penanganan medis berjalan sangat baik dan mayoritas santri telah diperbolehkan kembali ke pondok.
“Sebagian besar dari mereka bahkan sudah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi yang sehat dan stabil, sementara beberapa lainnya masih dalam pemantauan pemulihan akhir,” ungkap pihak Ponpes Manba’ul Hikam.


















