- Ketersediaan sumber air baku di IPA Kudu mengalami penurunan akibat musim kemarau
MATASEMARANG.COM – Warga Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Henny mengaku sudah satu pekan lebih aliran air PDAM di rumahnya semakin kecil, terutama saat pagi hari. Tak hanya debit air yang mengecil, Henny mengeluhkan air yang mengalir kerap kali berbau kaporit dan warnanya sedikit keruh.
Meski aliran air PDAM debitnya kecil, Henny mengaku tidak sampai kekurangan air. Pasalnya, air PDAM hanya digunakan untuk mandi dan mencuci piring.
“Kalau sampai kekurangan sih enggak, karena PDAM cuma buat mandi dan cuci piring, kalau minum dan masak pakai air galon,” ujarnya, Jumat 28 Agustus 2026.
Meski tak banyak terdampak, namun ia tetap khawatir jika aliran air PDAM sampai padam. Apalagi setiap pagi hari, ia harus bangun lebih awal dari biasanya untuk menyalakan keran air PDAM dan mengisi ember-ember yang akan digunakan untuk mandi pagi.
“Jadi bangun lebih pagi dari biasanya untuk menuhin ember buat mandi, jadi kalau kamar mandi air sudah aman, cuci piring saya bisa pakai air PDAM juga, karena aliran kecil jadi harus gantian keran di kamar mandi dan keran untuk wastafel cuci piting,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, PDAM Tirta Moedal Kota Semarang membeberkan alasan debit air di timur Kota Semarang yang mengalami penurunan atau alirannya mengecil.
Plt Direktur Teknik melalui Kepala Humas Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang Charisma Mayangsari menjelaskan saat ini di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu mengalami penurunan ketersediaan sumber air baku. Untuk itu, pihaknya meminta agar warga bisa menghemat penggunaan air.


















