- MAKI mengindikasikan setidaknya ada tiga kepala daerah yang berpotensi menjadi target penindakan KPK selanjutnya
MATASEMARANG.COM – Gelombang Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah (Jateng) diprediksi belum akan berhenti. Sinyal bahaya kini mengintai jajaran birokrasi dan pemerintah daerah di wilayah ini setelah tiga modus utama korupsi disebut masuk dalam radar pantauan ketat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengindikasikan setidaknya ada tiga kepala daerah, terdiri atas bupati dan wali kota di Jateng yang berpotensi menjadi target penindakan selanjutnya. Meski identitasnya masih dirahasiakan, pergerakan para pejabat tersebut dinilai tinggal menunggu waktu.
Koordinator MAKI Bonyamin Saiman menegaskan bahwa pola korupsi yang terjadi di tingkat daerah sebenarnya sangat terstruktur dan berulang.
Berdasarkan pemetaan MAKI, terdapat tiga celah utama yang paling sering dimanfaatkan untuk meraup keuntungan pribadi maupun kelompok salah satunya praktik jual beli jabatan baik promosi, mutasi dan pengisian posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah
Selain itu, intervensi pejabat dalam penentuan pemenang proyek pengadaan barang dan jasa serta sektor perdagangan daerah juga menjadi salah satu celahnya. Tak hanya itu, di sektor perizinan bisnis dan konstruksi juga kerap dijadikan ajang pungutan liar atau gratifikasi.
“Kami perkirakan ini masih ada lanjutannya. Di Jawa Tengah masih ada tiga bupati yang akan kena OTT seperti sebelumnya,” kata Bonyamin, Jumat 28 Agustus 2026.
Penyebab maraknya praktik ini tidak lepas dari tingginya beban finansial yang menekan para pejabat daerah. Selain tuntutan setoran ke partai politik dan mahalnya biaya pemenangan Pilkada, gaya hidup mewah turut mendorong kepala daerah nekat menerobos hukum.


















