- Aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, Gus Yahya masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamarlah. Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31 Agustus pada penutupan Muktamar
MATASEMARANG.COM – Presiden Prabowo Subianto sempat menagih kartu tanda anggota (KTA) Nahdlatul Ulama kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Momen cair tersebut terjadi saat Prabowo berpidato dalam pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis.
Prabowo mengaku telah lama meminta kartu anggota NU kepada Gus Yahya. Presiden bahkan berseloroh akan kembali menghadiri penutupan Muktamar Ke-35 NU pada 31 Agustus apabila kartu tersebut sudah diberikan.
“Hanya Gus Yahya, aku dari dulu minta kartu NU. Jadi, masih utang sama saya, ya. Kalau bisa sebelum penutupan muktamarlah. Kalau penutupan tanggal 31, benar ya? Kalau ada kartu anggota, aku datang lagi tanggal 31,” kata Prabowo seraya tersenyum.
Aset Bangsa
Pada kesempatan itu, Prabowo menyatakan NU merupakan aset bangsa yang sangat besar, sebagaimana organisasi Islam lainnya, yakni Muhammadiyah.
Menurut Presiden, NU selalu hadir dalam berbagai peristiwa dan krisis yang dihadapi bangsa Indonesia.
“NU hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini, Nahdlatul Ulama selalu hadir,” ujar Presiden.
Prabowo mengatakan NU memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan Indonesia.
Oleh karena itu, Kepala Negara menambahkan pemerintah atau umara perlu selalu dekat dengan NU dan Muhammadiyah jika bangsa Indonesia ingin bangkit dan hidup aman.
“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” kata Presiden.


















