Sempat Dibuka, Lintasan GOR TLJ lalu Ditutup Lagi, Ini Alasannya

  • Lintasan TLJ sempat dibuka ujicoba selama lima hari kini ditutup lagi
  • Distaru masih selesaikan pengerjaan lintasan TLJ

MATASEMARANG.COM – Keputusan pembukaan uji coba lintasan atletik Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) Semarang pada 19 Agustus 2026 lalu berujung evaluasi. 

Fasilitas publik favorit warga Ibu Kota Jawa Tengah tersebut terpaksa ditutup kembali hanya dalam waktu lima hari operasional karena pengerjaan fisik dari Dinas Tata Ruang (Distaru) ternyata belum rampung secara sempurna.

BACA JUGA  Agustina, Wali kota Semarang Segera Terapkan Sistem Sanitary landfill dan Program PSEL di TPA Jatibarang

Miskomunikasi terkait kesiapan teknis proyek diduga menjadi pemicu utamanya. 

Bacaan Lainnya

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang awalnya membuka arena olahraga tersebut lantaran menerima informasi bahwa pengerjaan dari Dinas Tata Ruang telah selesai per 18 Agustus 2026.

BACA JUGA  3 Hari Tersesat di Hutan, Nenek 84 Tahun Asal Gunungpati Ditemukan Lemas

Kepala UPTD Gelanggang Olahraga Tegar Suko Purusatama, mengeluhkan kondisi permukaan lintasan yang justru bermasalah setelah digunakan oleh masyarakat selama masa uji coba.

“Kemarin kami dapat informasi dari Dinas Tata Ruang bahwa pekerjaan lintasan selesai tanggal 18, maka tanggal 19 Agustus kami buka. Tetapi ternyata setelah masyarakat menggunakan, ada bagian-bagian kecil yang belum menempel dengan maksimal dan materialnya berserakan,” ujar Tegar, Rabu, 26 Agustus 2026.

Tegar menduga perekat atau lem pada material sintetis rubber belum mengering sempurna. Akibat dipaksakan menerima beban aktivitas lari warga, butiran karet sintetis terlepas dan berserakan hingga berpotensi membuat permukaan lintasan menjadi licin dan membahayakan keselamatan pelari.

BACA JUGA  Viral Video Pria Diduga Polisi Intimidasi Saksi Kasus Gamma, Polrestabes Semarang Beri Klarifikasi

Ia mengakui, antusiasme warga Semarang yang begitu tinggi menjadi salah satu dorongan Dispora membuka pameran uji coba lebih cepat. Namun, keputusan prematur tersebut justru menjadi catatan tersendiri karena kualitas pengerjaan fisik terancam makin rusak jika terus dipaksakan.

Pos terkait