- Dinkop UMKM catat ada 30.800 UMKM di Semarang yang masuk Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi)
- Program Waras Ekonomi Pemkot Semarang dirancang untuk pelaku usaha mikro menghubungkan dengan berbagai stakeholder hingga pasar global
MATASEMARANG.COM – Pertumbuhan pelaku usaha mikro di Kota Semarang terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Kota Semarang, saat ini tercatat lebih dari 30.800 pelaku usaha mikro yang telah masuk dalam Sistem Informasi Usaha Mikro (Si Umi).
Menyikapi tingginya pertumbuhan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan langkah strategis untuk membangun ekosistem ekonomi terintegrasi agar para pelaku usaha tidak sekadar tumbuh, tetapi juga memiliki daya saing yang berkelanjutan.
Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang Margaritha Mita menjelaskan bahwa lonjakan jumlah pelaku usaha mikro memerlukan peran aktif pemerintah sebagai fasilitator untuk menghubungkan mereka dengan berbagai mitra strategis.
“Teman-teman pelaku usaha mikro ini kan tumbuh terus setiap tahunnya, makin lama makin banyak. Nah, ini kan harus benar-benar Pemerintah Kota menjadi fasilitator dalam kegiatan promosi maupun pembinaannya,” kata Mita, Senin 24 Agustus 2026.
Untuk merespons perkembangan tersebut, Pemkot Semarang menggulirkan program penguatan waras ekonomi yang digagas Wali Kota Semarang. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem yang menghubungkan pelaku usaha mikro dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), mulai dari penyedia platform digital, media, hingga pembeli pasar global.
“Melalui program waras ekonomi ini, kami membangun ekosistem para pelaku usaha supaya terintegrasi. Tugas kami sebagai fasilitator adalah mendatangkan mitra-mitra untuk ikut membantu memasarkan dan membuka akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.


















