- Melalui program inkubasi bisnis, Dinkop UMKM Semarang catat ada 11 UMKM yang tembus pasar global
- Rata-rata produk yang masuk pasar global adalah kuliner
MATASEMARANG.COM – Produk olahan pangan lokal khas Kota Semarang terbukti mampu bersaing di kancah internasional. Berkat program pembinaan berkelanjutan dari Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UMKM) Kota Semarang, belasan pelaku usaha mikro binaan kini sukses menembus pasar ekspor di berbagai belahan dunia.
Produk-produk tradisional unggulan Semarang seperti kue jun, jamu jun, rengginang, hingga bawang goreng tercatat berhasil memikat pembeli dari negara-negara di Eropa, Asia Tenggara, hingga Timur Tengah.
Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang Margaritha Mita mengungkapkan bahwa capaian pasar global ini merupakan hasil dari pendampingan intensif yang dikemas dalam program inkubasi bisnis bagi pelaku usaha mikro.
“Untuk tembus pasar global, kami masukkan para pelaku usaha ini ke dalam kegiatan inkubator yang dilaksanakan oleh UPTD PLUT Gayamsari. Ini merupakan pelaksanaan program inkubator untuk mendorong UMKM masuk ke pasar internasional,” kata Mita, Senin 24 Agustus 2026.
Mita membeberkan, pada pelaksanaan program inkubator tahun 2025, tercatat sebanyak 11 pelaku usaha mikro lokal yang telah resmi menjalin kerja sama perdagangan dengan buyer luar negeri.
“Yang tahun 2025 ada sekitar 11 pelaku usaha mikro yang sudah bekerja sama dengan buyer luar negeri. Penjualannya sudah masuk ke Belanda, Australia, Malaysia, dan Singapura,” bebernya.
Tren positif ini terus berlanjut pada pelaksanaan program inkubasi tahun 2026. Dinkop UMKM Semarang kembali mengamankan kesepakatan pasar internasional baru untuk jangkauan yang lebih luas, khususnya di kawasan Timur Tengah.


















