“Untuk tahun 2026 ini, kami bersyukur sudah ada kesepakatan baru lagi dengan buyer dari Mesir dan Saudi Arabia (Arab Saudi),” tegas Mita.
Produk-produk yang menembus pasar ekspor tersebut didominasi oleh olahan pangan dan kuliner berbahan dasar lokal. Sebelum dikirim ke luar negeri, para pelaku UMKM terlebih dahulu melewati masa kurasi, pelatihan standar mutu produksi, pengemasan (packaging), perhitungan HPP, hingga legalitas ekspor melalui UPTD PLUT UMKM Kota Semarang.
Menurut Mita, potensi produk lokal Semarang sangat luar biasa jika diberikan wadah dan pendampingan yang tepat. Oleh karena itu, Pemkot Semarang terus berkomitmen memperluas akses pasar melalui kolaborasi dengan mitra-mitra strategis.
“Potensi lokal kita sangat luar biasa dan pelaku usaha mikro ini terus tumbuh setiap tahunnya. Tugas kami di Pemerintah Kota adalah menjadi fasilitator yang menghubungkan mereka dengan mitra, mendatangkan peluang, serta membuka akses pasar internasional selebar-lebarnya bagi UMKM Semarang,” pungkasnya.


















