Gedung KKMP Sampangan Dikosongkan, Dinkop: Warga Masih Bisa Beli Sembako

KKMP Sampangan (matasemarang.com/Lia Dina)
KKMP Sampangan (matasemarang.com/Lia Dina)
  • Warga tetap bisa berbelanja kebutuhan pokok di KKMP Sampangan meski tempatnya sementara pindah ke kantor Kelurahan Sampangan
  • Dinkop UMKM Semarang sebut PT Agrinas melengkapi barang-barang kebutuhan koperasi seperti Minyakita dan beras Bulog

MATASEMARANG.COM – Penutupan dan pengosongan gedung operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan dipastikan tidak menghentikan pasokan bahan pokok bagi masyarakat sekitar.

Dinas Koperasi UMKM Kota Semarang menjamin aktivitas penjualan sembako tetap berjalan meski terjadi penyesuaian pola distribusi dan lokasi penyimpanan barang.

BACA JUGA  Kolaborasi Pemkot dan Elemen Masyarakat Bersihkan Kali Jaten Peringati HSPN

Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Semarang Margaritha Mita menegaskan bahwa pengosongan gedung bukan berarti kegiatan usaha koperasi terhenti. Sebagian stok barang dagangan, terutama komoditas sembako, telah dipindahkan ke Kantor Kelurahan Sampangan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pasar Modern BSB Semarang Terbakar

“Masih ada stoknya. Masyarakat kalau mau beli ya masih ada, tetap dijual dan tetap melakukan aktivitas usaha,” kata Mita, Minggu 23 Agustus 2026.

Mita mengatakan, pemindahan barang ini juga dilakukan untuk memisahkan komoditas milik koperasi dengan barang dagangan yang nantinya akan dipasok secara terpusat oleh PT Agrinas.

“Banyak barang yang nyampur, bukan barang dari Agrinas. Jadi dipisahkan biar enggak tercampur,” tuturnya.

Mita menjelaskan, keterlibatan PT Agrinas dalam rantai pasok KKMP justru bertujuan untuk menyelesaikan masalah kelangkaan barang pokok yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat, seperti pasokan MinyaKita dan beras dari Bulog.

BACA JUGA  Semarang Bakal Dibanjiri Festival Seni Budaya di Tahun Depan

Sebagai wadah penyalur barang subsidi dan bantuan sosial (bansos), KKMP memerlukan kepastian pasokan agar ketersediaan barang di tingkat kelurahan selalu terjaga.

“Yang sering dikeluhkan masyarakat kan minyaknya kosong, MinyaKita kosong, beras Bulog kosong. Padahal barang-barang itu yang paling diminati. Dengan ditangani PT Agrinas, ketersediaan komoditas tersebut diharapkan bisa lebih terjamin,” jelasnya.

Pos terkait