MATASEMARANG.COM – Kota Semarang bakal dibanjiri festival seni dan budaya pada tahun 2027. Langkah ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi dearah.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan bahwa festival menjadi instrumen penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya.
Menurutnya, ruang pertemuan yang rutin bagi para pelaku seni akan mendorong lahirnya kreativitas, regenerasi, dan peningkatan kualitas karya budaya.
“Saya minta dibuat festival tari dan budaya di Kota Semarang. Saya harap ini festival yang terus-menerus dilakukan terhadap semua ikon budaya yang ada di Kota Semarang. Tanpa festival seni budaya tidak akan maju,” kata Agustina, Selasa, 23 Juni 2026.
Pemerintah Kota Semarang akan menjadikan pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi sebagai tema pembangunan tahun 2027.
Dalam kerangka tersebut, berbagai festival budaya akan diperkuat dan digelar secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pelestarian nilai-nilai budaya lokal.
Agustina mengatakan, teori pengembangan seni dan budaya menunjukkan bahwa festival mampu mempertemukan para pelaku seni untuk berkompetisi secara sehat sekaligus saling belajar. Karena itu, festival harus menjadi agenda yang konsisten agar kualitas seni budaya terus meningkat dari waktu ke waktu.
Ia berharap semakin banyak panggung budaya yang digelar di Kota Semarang sehingga karya para seniman, pelajar, dan komunitas budaya dapat terus berkembang sekaligus menjadi daya tarik wisata.


















