- Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner, serta 50 sertifikat TKDN bagi 20 UMKM
- Produk-produk yang telah memenuhi standardisasi tersebut disiapkan untuk mengisi berbagai agenda Semarak MTQ Nasional pada 13–18 September mendatang
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang mendorong penguatan ekosistem industri halal dan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku UMKM menjelang penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang pada September mendatang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, agenda nasional tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang strategis bagi UMKM lokal untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kepastian standar dan sertifikasi produk.
“Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berkomitmen penuh mendorong penguatan industri halal dan pemenuhan TKDN bagi pelaku UMKM lokal. Langkah ini sangat krusial, terlebih kita akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional, di mana kepastian kualitas dan kehalalan produk menjadi prioritas,” kata Agustina, Minggu 23 Agustus 2026.
Melalui program Waras Ekonomi, Pemkot Semarang telah memfasilitasi penerbitan 100 sertifikat halal untuk sektor batik, kriya, dan kuliner, serta 50 sertifikat TKDN bagi 20 UMKM. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar produk.
Proses sertifikasi Industri Kecil Menengah (IKM) binaan ini dikawal langsung oleh Dinas Perindustrian Kota Semarang secara bertahap, mulai dari pendataan, sosialisasi, koordinasi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Provinsi Jawa Tengah, pendampingan pendaftaran dan verifikasi, hingga penyerahan sertifikat serta evaluasi pascasertifikasi.
Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Arwita Mawarti menegaskan kemudahan alur bagi pelaku usaha yang ingin mengakses layanan ini.

















