“Mekanismenya sangat ringkas: pelaku usaha mengajukan permohonan dengan menyiapkan NIB serta dokumen produk, mengikuti pendampingan dan verifikasi, hingga pemeriksaan kehalalan sampai sertifikat diterbitkan. Pelaku IKM binaan dapat berkoordinasi langsung dengan Dinas Perindustrian agar bisa kami arahkan sesuai skema fasilitasi yang tersedia,” terang Arwita.
Kesiapan produk dan pelaku usaha tersebut turut ditampilkan dalam Warsaverse 2026 bertajuk “Kekuatan Lokal Menuju Global” yang digelar pada 21–23 Agustus 2026 di The Park Mall, Semarang dan dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Semarang Bapak R. Wing Winarso. Selain pameran produk, kegiatan tersebut diisi talkshow strategi bisnis, workshop, turnamen board game, dan penampilan musik.
Produk-produk yang telah memenuhi standardisasi tersebut disiapkan untuk mengisi berbagai agenda Semarak MTQ Nasional pada 13–18 September mendatang.
Beberapa di antaranya adalah Halal Food Festival di Plaza Simpang Lima, Mini Dugderan, Expo Kaligrafi, Fashion Show Islami dan Batik Muslim Awards, serta Lomba Rebana Tingkat Nasional di TBRS.
Agustina berharap gelaran MTQ Nasional dapat memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal untuk dikenal masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara.
“Kita ingin MTQ Nasional memberi manfaat yang lebih luas bagi Kota Semarang, termasuk para pelaku UMKM. Produk lokal harus tampil dengan kualitas yang baik, memenuhi standar, dan memiliki daya saing sehingga mampu menangkap peluang pasar nasional,” pungkas Agustina.

















