- BPBD Kota Semarang sebut masih punya alokasi air bersih untuk musim kemarau sebanyak 840.000 liter
- Masifnya jaringan PDAM, program Pamsimas hingga sumur artetis swadaya warga mampu mengendalikan dampak musim kemarau
MATASEMARANG.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memastikan ketersediaan air bersih untuk penanganan dampak musim kemarau di wilayahnya masih berada dalam kondisi sangat aman.
Hingga pertengahan musim kemarau tahun ini, pasokan air bersih yang sudah tersalurkan kepada warga terdampak bahkan belum mencapai 10 persen dari total alokasi yang disiapkan.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengungkapkan bahwa dari total alokasi awal penanganan kekeringan sebesar 900.000 liter, saat ini stok cadangan air bersih yang tersisa masih berada di angka 840.000 liter.
“Sampai dengan hari ini, cadangan air bersih kita masih ada 840.000 liter. Artinya, distribusi ini belum ada 10 persen dari total alokasi yang disiapkan,” kata Endro, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Endro, rendahnya persentase distribusi air bersih ini menunjukkan bahwa dampak musim kemarau di Kota Semarang tahun ini tidak terlalu signifikan memicu krisis air bersih yang meluas di tingkat kelurahan.
Berbeda dengan kondisi kemarau ekstrem pada tahun 2023 lalu, infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar air minum di berbagai wilayah rawan kini jauh lebih siap dan terintegrasi.
“Tahun 2023 lalu, dengan kapasitas persediaan yang sama yaitu sekitar 900 ribu liter, stok air kita sempat habis pada posisi bulan Oktober. Setelah kita evaluasi riwayat kronologisnya, saat itu jangkauan jaringan PDAM memang belum merata di daerah-daerah terdampak,” jelasnya.
Endro menjelaskan, terkendalinya dampaknya kemarau saat ini tidak lepas dari optimalisasi berbagai program penyediaan air yang sudah berjalan baik di tengah masyarakat, seperti jaringan PDAM, Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), hingga sumur artesis swadaya warga.


















