- Fokus penanganan kini bergeser pada kewaspadaan terhadap bara api tersembunyi (sekam) yang berada di lapisan bawah tumpukan sampah
MATASEMARANG.COM – Memasuki hari kelima pemadaman kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang, tim gabungan mencatatkan hasil positif.
Luasan titik api di permukaan TPA dilaporkan susut drastis hingga tersisa 10 persen pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menegaskan bahwa fase pemadaman belum sepenuhnya aman.
Fokus penanganan kini bergeser pada kewaspadaan terhadap bara api tersembunyi (sekam) yang berada di lapisan bawah tumpukan sampah.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan bahwa penyusutan area terbakar ini tak lepas dari kerja keras personel Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) beserta unsur gabungan yang berjibaku sejak kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu, 30 September 2026 petang dan melalap lahan hingga 10 hektar.
“Senin pagi ini titik api di permukaan cenderung berkurang di beberapa lokasi dan tersisa kisaran 10 persen. Namun, api belum sepenuhnya padam total. Kerawanan utama saat ini adalah keberadaan bara di bawah permukaan sampah,” kata Endro, Senin, 5 Oktober 2026.
Guna mengantisipasi ancaman bara api tersembunyi yang terperangkap di kedalaman tumpukan sampah, tim gabungan menerjunkan teknologi pemetaan drone thermal milik Sat Brimob Polda Jateng.
Sensor pemantau suhu udara ini digunakan untuk memetakan titik-titik panas di bawah permukaan secara presisi.
Berbekal data peta sensor panas tersebut, petugas pemadam kebakaran menerapkan metode sistem injeksi air langsung ke dalam lapisan bawah tumpukan sampah.


















