22 Warga Terserang ISPA, Praktik “Open Dumping” TPA Jatibarang Disorot

  • Sebanyak 22 warga di tiga kelurahan dilaporkan menderita gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas akibat terpapar kepulan asap pekat

MATASEMARANG.COM – Kebakaran hebat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang Kota Semarang yang membara selama 5 hari terakhir berimbas langsung pada kesehatan masyarakat sekitar. 

Sebanyak 22 warga di tiga kelurahan dilaporkan menderita gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas akibat terpapar kepulan asap pekat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengonfirmasi bahwa puluhan warga terdampak tersebut tersebar di pemukiman terdekat dengan titik kebakaran.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pemkot Semarang pada 2026 Siapkan Rp700 Miliar untuk Perkuat Dua Sektor Ini

“Sebanyak 22 orang tercatat mengalami masalah pernapasan berupa batuk dan sesak napas. Sebarannya meliputi 15 warga Kedungpane, dua warga Tambakaji, dan lima warga Bambankerep,” kata Endro, Senin, 5 Oktober 2026.

Insiden ini turut kembali memicu sorotan terhadap pola pengelolaan sampah di TPA Jatibarang yang masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping). 

Sistem pembuangan tanpa penutupan tanah secara berkala ini dinilai sangat rawan memicu penumpukan gas metana yang rentan terbakar dan menghasilkan asap racun saat terjadi insiden.

BACA JUGA  Trans Semarang Gelar FGD Manajemen Keselamatan, Dorong Penguatan Keselamatan Transportasi Publik

Kendati tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, BPBD Kota Semarang menegaskan bahwa pengawasan medis di wilayah pemukiman sekitar terus diperketat, terutama bagi warga yang masuk dalam kategori rentan.

“Pemantauan kualitas udara terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Termasuk memonitor kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Pengawasan ini terus berjalan selama proses penanganan berlangsung,” jelasnya.

Pos terkait