“Penyaluran air bersih kita relatif kecil karena pemenuhan kebutuhan dari PDAM, Pamsimas, bahkan air artesis dari swadaya dan swakelola warga ini kan sudah berjalan bagus,” ujarnya.
Melihat tren permintaan warga yang relatif stabil dan rendah, BPBD Kota Semarang optimistis cadangan air bersih senilai 840.000 liter tersebut akan mencukupi kebutuhan warga terdampak hingga penghujung tahun.
“Kalau permintaannya masih dalam kategori dan kuantitas seperti saat ini, stok yang ada diproyeksikan bisa aman sampai akhir tahun. Namun, kami tetap terus melakukan evaluasi berkala,” tegasnya.
Apabila di kemudian hari pasokan air tersebut menipis akibat dinamika cuaca, BPBD telah menyiapkan skenario alternatif agar pemenuhan air bersih bagi masyarakat Kota Semarang tidak terganggu.
“Andai kata nanti air ini habis sebelum akhir tahun, kita tidak akan kesulitan. Kita bisa bersinergi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan maupun mengajukan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Harapan kita, dampak kekeringan bagi warga Kota Semarang tidak meluas,” pungkasnya.


















