- Ketua DPRD Kota Semarang meminta Pemkot jangan memaksakan pembangunan dengan durasi panjang mengingat tahun 2026 segera selesai
- Dewan menilai adanya rasionalisasi APBD adalah wajar
MATASEMARANG.COM – Mengingat sisa waktu pelaksanaan anggaran tahun berjalan makin terbatas, DPRD Kota Semarang mendesak Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) cermat dan rasional dalam memilah proyek-proyek fisik pada Perubahan APBD (P-APBD).
Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar tidak memaksakan kegiatan pembangunan yang membutuhkan durasi pengerjaan panjang pada sisa waktu beberapa bulan ke depan.
“Untuk program pembangunan di perubahan ini harus disesuaikan dengan sisa waktu yang ada. Proyek yang membutuhkan proses panjang dan waktu lama pasti dievaluasi oleh TAPD. Jangan sampai dipaksakan, nanti malah tidak terserap dan tidak selesai sehingga menjadi temuan di kemudian hari. Kita tentu tidak menghendaki hal seperti itu,” tegas Pilus, sapaannya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Selain menyoroti potensi keterlambatan proyek fisik, DPRD Kota Semarang turut merespons langkah Pemkot Semarang yang melakukan rasionalisasi dan penyesuaian target pada postur P-APBD.
Langkah konsolidasi internal tersebut dinilai sebagai tindakan yang wajar dan realistis guna menghindari risiko defisit anggaran di akhir tahun.
“Antara target pendapatan dan belanja itu memang harus seimbang. Kemarin ada penyesuaian rasionalisasi karena ada kekhawatiran dari Pemkot kalau alokasi belanja di sisa lima hingga enam bulan ke depan tidak menutup target. Jadi dikonsolidasikan ke dalam agar targetnya tidak terlalu timpang. Itu wajar ketimbang dipasang terlalu besar tapi tidak menutup,” bebernya.


















