- Dinas Kesehatan Kota Semarang Masifkan pelaksanaan cek kesehatan gratis untuk cegah tagihan BPJS membengkak
- 700 ribu warga dari 1,3 juta warga Semarang sudah lakukan CKG di tahun 2026
MATASEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menegaskan bahwa pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bukan sekadar aksi sosial pelayanan publik biasa, melainkan langkah preventif strategis untuk menekan beban finansial jaminan kesehatan nasional yang kian membengkak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam menyebutkan bahwa tanpa kesadaran deteksi dini di tingkat masyarakat, potensi defisit pembiayaan kesehatan negara, khususnya pada BPJS Kesehatan akan terus membesar dari tahun ke tahun.
“Kalau tidak dilakukan skrining, negara pasti akan terus-terusan defisit. Kita tahu pembiayaan kesehatan nasional menghadapi tantangan besar, bahkan potensi klaim pending di rumah sakit tidak bisa terhindarkan hari ini jika tidak ada strategi penambahan iuran atau kucuran dana,” kata Hakam disela-sela kegiatan Skrining Kanker Payudara di Balai Kota Semarang, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut Hakam, penanganan penyakit yang sudah terlanjur masuk stadium kronis menelan biaya medis yang sangat jauh lebih besar ketimbang tindakan pencegahan atau penanganan di tingkat awal.
Oleh karena itu, melalui program CKG yang digelar marathon selama tiga hari, Dinkes Kota Semarang berupaya menjaring potensi penyakit berat sejak dini agar pengobatan bisa dilakukan dengan cepat.
“Jangan sampai penyakit baru ketahuan ketika sudah menjadi penyakit kronis. Jika dilakukan skrining dan ketahuan lebih dini, nanti langsung diobati. Itu jauh lebih efektif dan tidak membebani sistem rujukan maupun keuangan negara,” jelasnya.

















