- Kanker payudara dan kanker serviks jadi penyakit tidak menular yang mendominasi di Kota Semarang
MATASEMARANG.COM – Kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) mendominasi kasus penyakit tidak menular nan mematikan di Kota Semarang.
Merespons tingginya risiko mortalitas tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang memprioritaskan layanan skrining kesehatan reproduksi perempuan secara gratis bagi warga.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam, menjelaskan bahwa kedua jenis penyakit mematikan tersebut menduduki urutan teratas dari jajaran kasus kanker terbanyak di Semarang.
“Tiga besar kanker yang ada di Kota Semarang ini nomor satu adalah kanker payudara, dan nomor dua kanker serviks atau leher rahim. Keduanya memiliki risiko fatalitas yang sangat besar jika terlambat dideteksi,” ungkap Hakam di sela-sela kegiatan skrining kanker payudara di Aula Balai Kota Semarang, Selasa 11 Agustus 2026.
Untuk menekan angka kematian akibat kanker, Dinkes Semarang menerjunkan tim medis lintas disiplin dalam ajang Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan medis komprehensif yang disediakan mencakup pemeriksaan fisik, USG payudara, pemeriksaan leher rahim, hingga foto dada menggunakan X-ray.
Tak main-main, penanganan medis di lapangan dibantu langsung oleh para dokter spesialis, mulai dari dokter spesialis obgyn (kebidanan dan kandungan), dokter spesialis bedah, hingga spesialis radiologi.
Hakam menegaskan, masyarakat yang terdeteksi memiliki benjolan payudara atau indikasi positif pada pemeriksaan leher rahim tidak akan dibiarkan tanpa tindak lanjut.
“Hasilnya langsung kita lakukan tata laksana. Tadi sudah disampaikan bahwa jika ada benjolan atau indikasi positif, kalau tidak bisa ditangani di Puskesmas, pasien akan langsung kita rujuk ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan,” terangnya.

















