Tolak Libur Sebulan Selama MTQ, PKL Simpang Lima Tuntut Penataan dan Relokasi

  • PKL Simpang Lima menolak diliburkan sebulan dalam rangka acara MTQ Nasional 
  • PKL Simpang Lima mengaku akan melakukan aksi demo jika tidak ada solusi praktis dari Pemkot Semaramg

MATASEMARANG.COM – Para pedagang kaki lima (PKL) yang tergabung dalam Paguyuban PKL Simpang Lima Semarang melayangkan protes terhadap rencana penutupan atau pembebasan kegiatan berjualan hingga satu bulan penuh menjelang dan selama gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional di kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Ketua Paguyuban PKL Simpang Lima Kepareng, yang akrab disapa Wareng, mengutarakan bahwa isu penutupan total selama satu bulan yang bersumber dari hasil rapat koordinasi instansi terkait sempat membuat resah sekitar 100 hingga 150 PKL yang menggantungkan pencarian di kawasan tersebut.

BACA JUGA  Industri Halal dan TKDN UMKM Dipacu Jelang MTQ Nasional di Semarang

“Kalau diminta libur satu bulan, yang memberi makan keluarga PKL, siapa? Padahal acara utamanya hanya beberapa hari. Kami di PKL prinsipnya mendukung penuh program dan agenda pemerintah, tetapi kalau bisa liburnya jangan terlalu lama,” kata Wareng, Kamis 27 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Sambut MTQ Nasional, DPRD Minta Pemkot Semarang Kebut Penataan Kawasan Simpang Lima

Wareng menjelaskan, para pedagang berharap ada titik temu atau win-win solution antara Pemkot Semarang dan para pelaku usaha kecil. Menurutnya, sterilisasi area berjualan cukup diberlakukan pada hari H pelaksanaan gelaran keagamaan, bukan dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Selama proses persiapan atau pemasangan sarana infrastruktur MTQ, para pedagang bersedia digeser atau direlokasi sementara ke area lingkar luar Simpang Lima tanpa harus meliburkan aktivitas perekonomian mereka.

“Harapan kami liburnya pas acara utamanya saja. Sebelum acara mulai, kalau masih proses pembongkaran atau penataan sarana, kita tetap bisa jualan walau digeser sedikit ke lingkar luar. Kami tidak menuntut berjualan di tengah lapangan Simpang Lima, yang penting dicarikan solusi tempat,” tegasnya.

Pos terkait