Dewan Dorong Pemkot Semarang Terapkan Pola Pikir “Optimisme Belanja” demi Dongkrak PAD

  • Dewan tegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rumuskan arah pembangunan Kota Semarang

MATASEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan Kota Semarang ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono usai Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang di Perpustakaan FISIP Undip, Rabu 26 Agustus 2026.

Suharsono menyampaikan apresiasinya kepada FISIP Undip yang telah menjembatani ruang dialog objektif dan konstruktif antara pihak legislatif, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, dan insan akademisi.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kolaborasi Bank Jateng Syariah dan PDAM Kota Semarang: Pasang Baru Bisa Diangsur

“Kami berterima kasih kepada FISIP Undip yang memfasilitasi kita bersama. Ini wujud kebersamaan dan kolaborasi DPRD, Pemkot, serta akademisi. Peran akademisi sangat penting secara objektif dan konstruktif memberikan masukan untuk arah pembangunan Kota Semarang ke depan,” kata Suharsono.

Dalam kesempatan tersebut, Suharsono menyoroti strategi penganggaran daerah. Pihaknya mendorong Pemkot Semarang untuk mengubah pola pikir (mindset) dalam penyusunan APBD, yakni dengan menerapkan pola pikir optimisme belanja yang berbasis pada pelayanan publik.

BACA JUGA  Damkar Kota Semarang Beberkan Tagihan Air Rp10 Juta Lebih Per Bulan

Menurutnya, Pemkot Semarang tidak boleh terjebak pada pola kerja pesimistis-realistis yang hanya membelanjakan anggaran secara standar sesuai dengan pendapatan yang ada saat ini. 

Sebaliknya, peningkatkan alokasi belanja yang dampaknya nyata dirasakan masyarakat justru akan menjadi pemantik kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ini penting secara mendasar. Pola pikirnya adalah optimisme belanja bisa dicapai ketika pendapatan juga baik, bukan sebaliknya. Kalau mindset-nya ‘punya uang berapa lalu belanja mengikuti itu’, kinerja antar-OPD cenderung biasa dan standar saja. Kita ingin mendorong kinerja Pemkot agar signifikan,” tegasnya.

Pos terkait