Suharsono menambahkan, ketika masyarakat merasakan langsung manfaat dari belanja pembangunan daerah, seperti pelayanan publik yang prima dan infrastruktur yang memadai, maka tingkat kepercayaan dan partisipasi publik akan meningkat secara otomatis.
Hal ini diyakini bakal berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya, seperti kepatuhan membayar pajak, retribusi, hingga menjaga ketertiban umum.
“Kalau harapan masyarakat sudah terpenuhi dan mereka merasa mendapatkan manfaatnya, melaksanakan kewajiban seperti pajak dan retribusi akan terasa lebih ringan. Ini menjadi modal penting untuk mendorong pencapaian target pendapatan daerah di tahun 2026 maupun 2027 mendatang,” jelasnya.
Suharsono menekankan bahwa kemajuan Kota Semarang tidak dapat ditopang oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen warga.
“Harapan kami, ayo kita ajak masyarakat membangun bersama-sama agar Kota Semarang semakin baik, maju, dan hebat. Pemkot tidak akan bisa mencapai itu tanpa peran serta dan partisipasi tinggi dari masyarakat,” pungkasnya.


















