Sambut MTQ Nasional, DPRD Minta Pemkot Semarang Kebut Penataan Kawasan Simpang Lima

  • Dewan minta Pemkot Semarang kebut penataan di Simpang Lima sebelum gelaran MTQ Nasional dimulai
  • Koordinasi lintas dinas harus dilakukan lebih intensif untuk menyelesaikan penataan Simpang Lima

MATASEMARANG.COM – DPRD Kota Semarang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan percepatan pembangunan dan penataan infrastruktur di area pusat kota menyongsong gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional. Pembukaan gelaran besar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono menegaskan bahwa Pemkot Semarang harus bekerja ekstrakeras demi menuntaskan seluruh pekerjaan fisik dan penataan estetika sebelum acara dimulai.

BACA JUGA  Semarang Hujan Deras, Agustina Wilujeng Temukan Penyebab Utama Air Menggenang

“Pembukaan MTQ itu tanggal 12 September, artinya masih ada waktu. Kami meminta Pemkot Semarang melakukan percepatan pembangunan, terutama di pusat kota dan titik-titik sentral yang menjadi lokasi pelaksanaan event,” kata Suharsono, Rabu, 26 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pengalihan Arus Lalu Lintas Jalan Arteri Yos Sudarso Semarang Akibat Pemancangan Tol Semarak 1A

Suharsono menyoroti secara khusus kawasan Lapangan Pancasila Simpang Lima yang menjadi tetenger (landmark) sekaligus pusat perwajahan Kota Semarang. 

Menurutnya, kesan pertama para tamu dan peserta MTQ dari berbagai daerah di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kondisi kawasan tersebut. Apalagi kawasan tersebut akan menjadi tempat pembukaan MTQ Nasional.

“Ini pertaruhan bagi Kota Semarang. Simpang Lima itu pusat kota, perwajahan sekaligus estetika Kota Semarang ada di sana. Jangan sampai gara-gara hal sepele seperti penataan yang belum tuntas, event nasional yang sudah kita siapkan luar biasa ini malah meninggalkan catatan tidak baik,” tegasnya.

BACA JUGA  Komisi B Minta Disdag Lakukan Pendataan dan Penataan PKL 

Ia menambahkan, antisipasi berupa penutupan atau rekayasa area memang penting, tetapi penyelesaian pengerjaan fisik secara menyeluruh jauh lebih utama agar estetika kota kembali terpancar maksimal.

Pos terkait