Perayaan Asadha dan “Launching” Pari Corek Wajah Sang Buddha di Lodji Londo Cafe Hadirkan Nuansa Toleransi

Peluncuran karya seni Pari Corek Wajah Sang Buddha di Lodji Londo Café
Peluncuran karya seni Pari Corek Wajah Sang Buddha di Lodji Londo Café
  • Peringatan Hari Raya Asadha dan launching karya seni Pari Corek Wajah Sang Buddha digelar di Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
  • Acara dihadiri jajaran pejabat Kemenag RI, Pemkab Semarang, serta tokoh lintas agama
  • Pelibatan Penyuluh Agama Hindu dalam panitia acara menjadi bukti nyata praktik moderasi dan toleransi beragama di lapangan

MATASEMARANG.COM – Peringatan Hari Raya Asadha yang dirangkaikan dengan peluncuran karya seni Pari Corek Wajah Sang Buddha berlangsung khidmat di Lodji Londo Cafe, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan keagamaan sekaligus kebudayaan ini menjadi momentum strategis untuk mengokohkan kolaborasi lintas agama dan memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Semarang.

Sejumlah pejabat dan tokoh lintas sektor hadir dalam perhelatan tersebut, antara lain Bupati Semarang, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Kementerian Agama RI, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang, serta Kepala KUA Kecamatan Bergas.

Bacaan Lainnya

Perayaan Asadha menjadi ruang permenungan bagi umat Buddha mengenai nilai-nilai kebajikan, kasih sayang, dan kedamaian.

Sementara itu, peluncuran karya Pari Corek Wajah Sang Buddha hadir sebagai media seni kreatif untuk menyampaikan pesan-pesan luhur tersebut kepada khalayak luas.

Pelibatan Lintas Agama Jadi Bukti Nyata Moderasi Beragama

Nilai istimewa dari gelaran ini terlihat dari hadirnya semangat toleransi yang diwujudkan secara nyata di lapangan.

Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Semarang Lestari Putri tidak hanya hadir sebagai tamu undangan, tetapi juga terlibat aktif dalam struktur kepanitiaan acara.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa prinsip moderasi beragama di Kabupaten Semarang diwujudkan melalui kerja sama konkret dan saling mendukung antarumat beragama.

Sementara itu, Romo Pujianto menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi pelayanan tanpa terhalang sekat perbedaan keyakinan.

Pos terkait